Loading

wait a moment

6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berlangganan Internet Satelit VSAT

Internet Satelit VSAT

 

Internet satelit keberadaannya masih sangat dibutuhkan di negara kepulauan seperti Indonesia. Internet satelit yang menggunakan piringan (parabola) kecil yang dikenal dengan istilah VSAT (Very Small Aperture Terminal) dapat menjadi solusi alternatif bagi daerah-daerah yang belum terjangkau dengan internet terrestrial seperti Internet Fiber Optic dan Internet Radio Wireless (Microwave Radio). Hal ini karena pemasangannya yang lebih praktis dan bisa dilakukan dimanapun karena internet satelit langsung memanfaatkan satelit sebagai media transmisi (last mile). Selain itu dalam instalasi internet satelit VSAT tidak memerlukan survey lokasi seperti yang biasa dilakukan pada jenis internet berbasis terrestrial sebelum dilakukan instalasi.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum Anda berlangganan internet satelit VSAT. Hal-hal ini sangat penting untuk diperhatikan agar Anda tidak mengalami masalah ketika Anda sudah berlangganan internet satelit VSAT pada provider yang Anda pilih nantinya. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan tersebut :

1. Internet Satelit VSAT Sebagai Alternatif Pengganti Internet Terrestrial

Mungkin sebagian dari kita ada yang belum mengetahui mengapa kita memilih untuk menggunakan internet satelit VSAT. Internet satelit VSAT digunakan untuk menjadi solusi bagi kita yang memerlukan koneksi internet di lokasi-lokasi yang belum terjangkau internet terrestrial seperti Internet Fiber Optic dan Microwave Radio. Selain itu teknologi satelit VSAT ini juga bisa dijadikan alternatif untuk memangkas biaya jika kita memiliki banyak lokasi yang terhubung dalam suatu sistem yang harus terintegrasi dengan kantor pusat. Hal ini karena jika kita harus membuat jaringan terrestrial yang menghubungkan banyak lokasi apalagi yang tersebar di berbagai titik wilayah tentu akan membutuhkan investasi yang sangat besar. Hal inilah mengapa dunia perbankan masih memanfaatkan teknologi VSAT ini untuk sistem ATM yang tersebar di banyak lokasi. Jadi internet satelit VSAT ini hanya sebagai solusi terakhir yang bisa kita pilih jika lokasi kita belum terjangkau internet terrestrial. Kita juga bisa memilih menggunakan internet satelit VSAT ini apabila dari segi ekonomi kita bisa menghemat biaya jika dibandingkan kita menggunakan internet terrestrial. Selain itu dari segi bandwidth, internet satelit VSAT ini tidak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan bandwidth besar seperti pada Internet Fiber Optic.

Sistem Internet Satelit VSAT

 

2. Nilai Latency Internet Satelit VSAT

Internet satelit mempunyai kelebihan dari segi pemasangannya yang praktis dan bisa dilakukan dimanapun bahkan di lokasi terpencil sekalipun. Tetapi internet satelit juga memiliki kekurangan dibanding dengan internet terrestrial yaitu faktor latency. Latency yaitu jarak waktu yang dibutuhkan antara menerima permintaan dan respons yang diberikan dalam suatu siklus internet. Karena jarak satelit yang relatif jauh dengan bumi maka hal ini membuat nilai latency internet satelit VSAT lebih besar jika dibandingkan internet berbasis terrestrial. Nilai latency internet satelit VSAT di angka 600 ms ke atas untuk kategori VSAT IP. Untuk kategori VSAT SCPC bisa lebih kecil di angka 500-550 ms. Hal ini membuat koneksi internet berbasis satelit VSAT kurang maksimal jika digunakan untuk kebutuhan layanan internet real-time seperti Video Conference, Game Online, atau layanan Live Streaming.

 

3. Frekuensi yang Digunakan Provider Satelit

Hal penting berikutnya yang harus Anda perhatikan sebelum berlangganan internet satelit VSAT yaitu Anda harus mengetahui frekuensi yang digunakan oleh Provider satelit yang Anda pilih. Sebenarnya ada beberapa jenis frekuensi dalam teknologi satelit VSAT ini. Tetapi untuk wilayah Indonesia kebanyakan provider satelit hanya menggunakan 2 (dua) jenis frekuensi yaitu C-Band dan Ku-Band. Kelebihan frekuensi C-Band yaitu dari sifatnya yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Hal ini sangat cocok jika digunakan di negara tropis seperti Indonesia. Tetapi dari segi biaya, VSAT yang menggunakan frekuensi C-Band membutuhkan biaya yang lebih besar karena nilai investasi perangkatnya juga lebih besar. Sedangkan frekuensi VSAT lain yang sering digunakan di Indonesia yaitu frekuensi Ku-Band. Frekuensi Ku-Band bisa dipilih untuk menghemat biaya karena dari investasi perangkatnya yang relatif lebih kecil dibandingkan VSAT yang menggunakan frekuensi C-Band. Tetapi kekurangan dari teknologi VSAT Ku-Band ini yaitu dari sifatnya yang rentan terhadap perubahan cuaca sehingga kurang cocok jika digunakan di negara tropis seperti Indonesia. Jadi untuk menentukan frekuensi mana yang sebaiknya Anda pilih maka kembali pada kemampuan keuangan dan seberapa besar urgensi VSAT tersebut bagi Anda. Jika VSAT tersebut dibutuhkan secara intens (rutin) seperti untuk kebutuhan Corporate dan Instansi Pemerintah maka sebaiknya menggunakan VSAT C-Band. Tetapi jika Anda hanya memanfaatkan VSAT untuk kebutuhan yang relatif ringan dan tidak setiap saat menggunakannya maka VSAT Ku-Band bisa dijadikan pilihan. Dan langkah penting yang harus Anda lakukan yaitu Anda harus menanyakan terlebih dahulu kepada provider frekuensi apa yang mereka gunakan agar Anda tidak merasa dirugikan di kemudian hari karena terkadang ada provider yang tidak menyebutkan frekuensi yang dipakai jika Pelanggan tidak menanyakan dan hal ini sering terjadi pada provider yang menggunakan frekuensi Ku-Band.

C-Band vs Ku-Band

 

4. Kuota yang Diberikan Provider

Kuota juga menjadi salah satu hal yang wajib Anda perhatikan sebelum berlangganan internet satelit VSAT. Ada provider yang memberikan bandwidth yang dibatasi pada kuota tertentu dan ada juga yang tidak dibatasi kuotanya (Unlimited). Untuk yang kategori Unlimited ada yang bersifat Semi Unlimited dan ada yang Full Unlimited. Untuk yang Semi Unlimited biasanya berlaku Sistem Batas Pemakaian Wajar atau yang biasa disebut dengan istilah Fair Usage Policy (FUP). Jadi sistem Fair Usage Policy ini berlaku untuk Anda yang sudah melampaui batas pemakaian tertentu. Untuk selanjutnya kecepatan koneksi internet Anda akan secara otomatis turun pada kecepatan tertentu sesuai yang ditetapkan provider satelit Anda. Untuk kebutuhan internet secara intens (rutin) setiap saat seperti untuk kebutuhan internet Corporate dan Perkantoran maka sebaiknya Anda memilih Provider satelit yang memberikan bandwidth secara Full Unlimited agar pengeluaran keuangan Anda untuk internet satelit ini bisa lebih hemat dan bisa dianggarkan secara pasti karena Anda tidak perlu isi ulang kuota jika kuota habis setiap saat seperti yang terjadi pada layanan internet satelit yang berbasis kuota. Adapun untuk Provider di Jaringan Primadona Net bandwidth yang diberikan bersifat Full Unlimited tanpa ada pembatasan kuota dan tanpa ada sistem FUP.

 

5. Service Level Agreement (SLA)

Service Level Agreement (SLA) atau bisa diartikan Perjanjian Tingkat Layanan adalah bagian dari perjanjian layanan secara keseluruhan antara 2 (dua) entitas untuk peningkatan kinerja dan layanan selama masa kontrak tertentu. Dua entitas tersebut dalam hal ini yaitu Provider internet satelit sebagai penyedia layanan dan pihak Pelanggan (Klien).

Ada Provider internet satelit yang memberlakukan Service Level Agreement (SLA) ada pula yang tidak. Service Level Agreement (SLA) ini bisa dijadikan parameter secara tidak langsung oleh Pelanggan untuk memberikan penilaian terhadap suatu Provider. Jika Provider tidak berani memberikan Service Level Agreement (SLA) kepada Pelanggan maka Pelanggan harus bersiap jika sewaktu-waktu dikecewakan oleh kualitas koneksi internet yang diterima Pelanggan. Dengan SLA ini maka pihak Provider memberikan garansi terhadap Pelanggan dengan koneksi internet yang akan dinikmati oleh Pelanggan nantinya.

Untuk menghitung Service Level Agreement (SLA) adalah sebagai berikut (sebagai contoh Provider memberikan SLA 98% yang berarti layanan standard Provider 98% dalam 1 bulan, dan 2% adalah nilai toleransi (kewajaran) jika koneksi internet mati (down) dalam layanan tersebut) :

1 hari = 24 jam
1 bulan = 30 hari

Biaya bulanan Internet = Rp. 7.000.000

– 1 bulan = 30 hari x 24 jam = 720 Jam (720 jam merupakan layanan 100%)

Sedangkan jika 98% maka layanan standard Provider adalah :

–  98% x 720 jam = 705.6 jam (layanan standard Provider, sisanya 14.4 jam dianggap wajar jika koneksi internet mati (down) di bawah batas tersebut).

Jika koneksi internet mengalami mati (down) lebih dari 14.4 jam dalam contoh tersebut dalam satu bulan maka Pelanggan berhak mengajukan Restitusi sesuai dengan lamanya waktu terjadinya gangguan (dalam persen) x Biaya Bulanan Internet (Rp. 7.000.000 dalam contoh ini). Misalnya 30 jam/720 jam x Rp. 7.000.000 = Rp. 292.000. Restitusi ini bisa diberikan dengan mengurangi tagihan internet pada bulan berikutnya.

 

6. Kemampuan Pembayaran

Hal terakhir yang perlu diperhatikan sebelum berlangganan internet satelit VSAT yaitu kemampuan Anda dalam membayar tagihan internet. Anda harus berhati-hati untuk menentukan paket internet yang akan dipilih. Anda harus menyesuaikan dengan kemampuan Anda dalam membayar tagihan internet nantinya. Hal ini perlu diperhatikan karena kebanyakan Provider satelit VSAT memberlakukan masa kontrak berlangganan minimal 1 (satu) tahun seperti yang diberlakukan provider di Jaringan Primadona Net. Jika Pelanggan memutuskan untuk berhenti langganan sebelum masa kontrak berakhir maka Pelanggan akan dikenai denda sesuai dengan yang ada di Surat Perjanjian Kontrak.

error: Content is protected !!